belajar dari Origami


Dari Catatan Pinggir milik Goenawan Muhammad (GM), saya jadi lebih tahu apa itu Origami (Majalah Tempo Edisi Kamis, 16 Agustus 2012 atau bisa baca di sini –  ORIGAMI). Dari situ saya coba cari penjelasan lainnya tentang origami ini. Lalu saya dapatkan penjelasan berikut ini dari Wikipedia , “Origami adalah seni tradisional melipat kertas (Jepang) yang dimulai pada abad ke-17. Dipopulerkan di luar Jepang pada pertengahan 1900-an [WIKIPEDIA].

OrigamiKembali ke Capingnya GM yang terkenal itu, pada edisi origami (16 Agustus 2012) GM menekankan sebuah perubahan dalam konteks Kemerdekaan Indonesia. “Origami yang mengandung dan mengundang perubahan,” begitu kata GM. Dia juga bilang, “Kita perlu membayangkan origami itu tak mati. Dalam bentuk seekor burung undan, kita bayangkan ia terbang tinggi.”

Bicara tentang perubahan, sejatinya bicara soal sebuah kemajuan. Sebuah perubahan yang pasti seperti origami itu – tidak seperti kutu loncat. Perubahan yang dipersiapkan dengan sengaja, dalam hitungan yang matang agar indah hasilnya.
Demi menghasilkan bentuk-bentuk indah dari lipatan selembar kertas, kita perlu belajar caranya. Tentu saja dalam tahap ini yang menjadi perhatian kita adalah bagaimana langkah-langkahnya. Perlahan mencoba, dengan sedikit rasa ingin tahu tentang hasilnya nanti. Mungkin untuk percobaan pertama akan terlihat belum rapi dan kemudian ada keinginan untuk mencoba lagi. Hampir pasti akan ada sedikit rasa tegang untuk percobaan kedua dan selanjutnya. Juga akan ada kepuasan saat Anda bisa membuatnya dengan sangat rapi.
Menghasilkan bentuk baru yang rapi – seperti origami itu – baru bisa terjadi kalau kita menghargai sebuah proses. Proses yang penuh semangat untuk terus mencoba sendiri atau bertanya, sebuah proses yang tekun dan tidak mengabaikan hal-hal kecil.

Dalam semua bidang pekerjaan, kita butuhkan proses itu seperti itu untuk berubah dan lebih maju. Lebih dari itu, dengan mengalami proses seperti itu jugalah maka Anda, saya, siapa saja akan dianggap mampu.  Itulah mengapa kita dipercaya dalam bidang kerja kita masing-masing. Karena kita menghargai dan belajar dari sebuah proses

Hari ini, di kantor sebuah radio di Kupang, untuk pertama kalinya saya diminta  secara resmi untuk berbagi pengalaman di bidang radio. Walaupun saya masih harus banyak belajar untuk bidang yang satu itu, tapi dengan senang hati saya terima tawaran itu, karena bagi saya permintaan mereka itu sebagai bentuk mereka ingin berubah. Saya juga pahami permintaan itu sebagai bentuk penghargaan atas proses yang sudah pernah saya jalani, dan lebih dari itu,  karena proses yang saya jalani selama ini ingin saya bagikan juga kepada mereka. 🙂

Menghargai sebuah proses itu penting. Karena dari situ Anda akan lebih mawas diri dan tahu arah ke depan.

Soverdy 04 Oebufu | 18 Januari 2012

PARAF beta

EnythAipen

Iklan

6 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s